Lelah

Disaat tak lagi mudah berucap untuk menyuarakan rasa. Disaat yakin tak ada satu orang pun perlu mendengarkan cerita. Disaat tubuh tak bisa lagi berpura pura melawan lelah yang melanda. Disaat kendali emosi sudah sirna.

Hanya ada satu pilihan.

Curahan, tangisan, yang hanya tertuju padaNya. Satu satunya zat yang dapat sepenuhnya mengerti. Satu satunya zat pemberi solusi. Satu satunya zat penenang diri. Satu satunya zat pemilik hati.

Jujur, aku tengah lelah pada dunia.

Advertisements

Kembali

Sudah sering hati diketuk, tersadar, dan tergerak. Tapi entah kenapa tak berlangsung lama. Apakah fase hidup memang seperti ini ? Atau aku yang terlampau lemah ?

Beberapa orang terdekat telah dipanggil menghadapNya. Manusia-manusia yang cukup banyak mengisi cerita. Dan semudah itu Ia ambil tanpa harus butuh kesiapan hamba-hamba lainnya. Sedih, iya. Tapi bukan kehilangan itu yang menyiksa, karena aku pun bisa menyusul mereka segera.

Siap atau tidak akupun akan kembali, kau juga. Takut, bekalku masih sangat apa adanya.

#RIP Thalassa Vedora Java Simorly / Salsa (5-10-2018) Рdan kanker itu. 

Curhat Singkat Kerja Praktek

Dapat kesempatan untuk mengulik lebih jauh tentang dunia kerja melalui proses Kerja Praktek ternyata sangat menarik. Apalagi jika benar-benar bisa mulai membaur dengan para pegawai, seperti yang sedang dirasakan sekarang. Banyak ilmu dan informasi yang dengan mudahnya keluar dari perbincangan kami. Tapi fyi, kebanyakan teman berbincangnya adalah bapak-bapak, dengan segala guyonan khas bapak-bapak.

Selasa kemarin adalah agenda pertama kalinya bisa site visit ke Rumah Sakit karena ikut Engineer, setelah sebelum-sebelumnya selalu ikut Applicant Specialist. Terpampanglah berbagai proses kerja (lumayan) berat para engineer, kebetulan saat itu kerja ganti tube x-ray. Standart memang, sebagaimana teknisi bekerja. Namun satu hal kesimpulan yang kudapat. No hope untuk menyandang profesi Engineer setelah kuliah nanti.

Sudah beberapa minggu ini banyak hal memicu untuk memikirkan rencana di masa depan. Mulai dari cari referensi kerja, cari referensi jurusan untuk lanjut S2, cari referensi universitasnya juga, bahkan referensi target menikah (bhaq). Sambil menyeleksi pilihan mana yang cocok dan tidak cocok. Dengan harapan memiliki tujuan yang sudah mantab, akan memudahkan pijakan langkah untuk 2 semester kedepan di bangku kuliah.

Ah terlalu jauh, terlalu berat. Lebih baik memikirkan esok hari, yang katanya akan ada pesta kecil di tempat kerja praktek. Katanya akan ada makan siang gratis dan ada kue pesta. Katanya memang sudah tradisi setiap bulan untuk mengadakan satu hari perayaan pegawai yang ulang tahun bulan itu. Katanya.

AKU DAN DOAKU

———
Semua tentang Aku
Aku, yang paling mengerti aku
Aku di masa lalu
Aku di masa kini
Aku di masa depan
———
Aku yang dulu, adalah aku yang penuh kegundahan
Aku yang rapuh dan penuh kesedihan
Sedikit saja datang ujian, datang pula kebencian
Sakit ku selalu penuh keluhan
Segala mauku harus selalu terutamakan
Bahkan dengan mudah terucap kebohongan hanya demi kesenangan dan kepuasan

Entah siapa yang harus disalahkan
Apakah rumah yang penuh tekanan
Sehingga selalu teman yang jadi sandaran
Lingkungan menjadi satu satunya pembentuk pemikiran
Kalian untuk aku, bukan aku untuk kalian
Mungkin tak terlihat tapi ini aku rasakan

Masa itu, aku jauh dari Tuhan
Bahkan malu kurasakan untuk memenuhi kewajiban
Dengan alasan hobi dan seni, yang harus ditutup, dibuka tanpa enggan
Tapi kala itu banyak datang penghargaan
Ketidakbenaran bisa menjadi nyaman saja dilakukan
Kebebasan dan keinginan mudah kudapatkan, kecuali hati yang masih penuh kegundahan
———–
Kini banyak yang berubah dariku
Terus berubah dari waktu ke waktu
Jelas saja karena kedewasaan merubahku
Tapi ada satu hal lagi yang jauh memicu
Bukan lagi campur tangan ku, melainkan takdir dari Tuhanku
Takdir lingkungan seperti apa yang menemani proses pendewasaanku

Akulah yang paling mengerti aku
Aku tahu pengaruh lingkungan sangat besar pada diriku
Entah mengapa Tuhan memberikan takdir ini untuk seorang seperti ku
Serasa kini Tuhan tak sedikit pun lepas dari menjagaku
Inikah balasanMu untuk segala perbuatan ku di masa lalu
Sungguh tak sanggup tergambar lagi betapa besar rasa syukur atas Kasih Sayang Mu

Segalanya dimulai sejak lingkungan baru masa kuliah ku
Tuhan pertemukan aku dengan sebuah asrama sederhana untuk menampung hidupku
Disanalah kutemui 12 “malaikat” yang masing masing dihatinya tertancap keimanan dalam mengagungkanMu
Hanya ada rasa malu berlarut larut saat memperhatikan indah nya akhlak mereka sebagai hambaMu
Tak hanya itu, kota, lingkungan belajar, teman-teman terdekat, dan masih banyak lagi, seakan tak luput dari menyadarkan keberadaan ku
Seolah-olah semua bersatu padu sebagai kepanjangan tanganMu untuk menjagaku

Kini sirna sudah kegundahan batinku
Jauh pergi menyisakan kesejukan dalam jiwaku
Aku yang kini adalah aku yang merangkak menuju indahnya kepasrahan diri padaMu
Sungguh kudapati rasa hadirMu disetiap langkahku
Dengan leganya kusebut namaMu disetiap niatku
Meski ku tahu, masih sangat jauh perjalananku untuk bersanding sederajat dengan teman-teman sekitarku
———–
Tak lagi penting inginku apa
Jauh lebih penting jika karenaku mereka merasa bahagia
Sakit rasaku jika ku tahu mereka kecewa
Sedih menyerbu jika kutemui pertikaian antar mereka
Kuhadirkan semua kesanggupanku untuk membagi kedamaian dan kesejukan pada sesama
Tak ada lagi aku, yang ada hanya mereka

Haruslah sering kupanjatkan dalam doa
Mohon kau berikan Kasih SayangMu yang serupa kepada keluarga hamba
Kepada teman-teman masa lalu hamba
Jadikanlah doaku perantara untuk menarik mereka dari salah dan dosa
Lembutkanlah hati kami ya Tuhan yang Maha Berkuasa
Mudahkan kami menyadari panggilanmu, dengan Kau bukakan pintu hati dan juga mata

Masa depan ku adalah rahasiaNya
Tak kumiliki ambisi kekuasaan dan harta
Tak yakin pula akan menjadi insan berpengaruh di dunia
Tapi ku yakin akan selalu Kau limpahkan bahagia
Bawakan ku seorang pembimbing dan imam yang terpilih untuk setia menjaga
Berikan ku anugrah terbaik menjadi ibu, hingga kudidik mereka dengan penuh iman dan cinta

Amiin

Yang Penting Yakin

Kalau yang ini adalah tulisan untuk berbagi mengenai lika liku perjalanan Kerja Praktek ku sebagai seorang mahasiswa Teknik Biomedis di suatu perusahaaan alat medis, Siemens Healthineers. Baru cerita perjalanan awal. Harusnya ada episode berikutnya. Semoga.

Ruang KP BME ITB 2015

IMG_20180628_115755 in frame : Navila Akhsanil Fitri

Akhirnya aku berniat nulis juga di blog ini hehe, setelah mendapat banyak motivasi dari temen-temen sekitar yang sudah mendahului untuk membagikan cerita KP nya masing-masing. Dengan harapan tulisanku benar-benar berguna untuk yang baca, atau minimal apa yang aku tau dan rasakan tidak hanya berhenti di aku.

Ku awali dengan cerita bagaimana mula-mula dapat tempat KP. Sesungguhnya perjalanan mencari tempat KP ku kurang berwarna, tapi aku sangat bersyukur atas itu. Aku termasuk kurang cepat tanggap untuk mencari tempat KP jika dibandingkan dengan teman-teman Biomedis yang lain. Bahkan baru tergugah untuk mulai mencari setelah tahu bahwa beberapa teman sudah mendapat tempat KP yang fix (para magangers di PT INTI). Selain itu, demi tidak menjalani KP seorang diri, aku bergantung pula dengan teman-teman terdekat untuk menentukan tempat KP bersama. Akupun saat itu tidak memiliki ambisi tertentu untuk KP di tempat yang seperti apa atau di bidang spesifik…

View original post 1,002 more words

Perdana

Kebutuhan untuk menuangkan rasa akan diwadahi disini. Tak yakin akan seberapa sering postingan tulisan-tulisan kedepannya. Semoga bukan ada hanya karena ikut-ikutan. Semoga disinilah tempat berbagi rasa, agar tidak lagi menyusahkan sekitar untuk memaksa mendengarkan cerita saya. Semoga wordpress ini tidak tersalahgunakan (jadi penuh curhatan tak penting). Amin. Just for fun, Enjoy !